Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Mei 2012 - 0 komentar

Negeri 100 kuil



 
Ghiboo.com - Julukan Negeri 100 kuil mungkin tak berlebihan jika disandangkan kepada negeri ini. Di Lembah Kathmandu yang merupakan ibu kota Nepal, setidaknya ada tujuh kompleks besar kuil Hindu atau Buddha berusia ribuan tahun.

Bila Anda menjelajahi kompleks kuil tersebut, setiap kompleks kuil bisa ditemui puluhan atau bahkan ratusan candi, besar maupun kecil, yang dibangun oleh berbagai dinasti monarki yang berbeda yang pernah berkuasa di Nepal. 

Ketujuh kompleks kuil ini seluruhnya masuk situs warisan sejarah yang dilindungi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO World Cultural Heritage Sites).

Hebatnya lagi, ketujuh kompleks besar kuil tersebut seluruhnya berada dalam radius 20 kilometer, terawat dengan sangat baik dan hingga sekarang masih tetap digunakan sebagai tempat ibadah atau penyelenggaraan upacara atau festival keagamaan oleh masyarakat setempat.

Dari sekian banyak kompleks kuil tersebut, setidaknya masih ada 1 kompleks kuil yang dilestarikan dan dihormati, yakni kuil Kumarichwok atau Kumari ghar yang merupakan tempat tinggal Dewi Kumari, dewi yang sangat disegani oleh umat Hindu di Nepal.

Selain itu terdapat pula kuil yang sudah terkenal diantara wisatawan yakni, Pashupatinath, kuil Syiwa paling signifikan di dunia. Kuil ini sangat ramai dikunjungi wisatawan asing, selain menarik kuil ini juga unik dengan beragam ornamen-ornamennya.

Bukan hanya Lembah Kathmandu dengan wisata budayanya yang bisa ditawarkan Nepal. Masih ada Pokhara, Nagarkot, Annapurna, Chitwan, dan Lumbini, yang tak kalah populer di kalangan turis. 

Lumbini adalah lokasi wisata ziarah karena di situlah tempat lahir Sidharta Gautama atau Sang Buddha. Chitwan terkenal dengan taman nasional dan spesies langkanya.

Ada pula Distrik Thamel yang selalu ramai. Uniknya lagi, toko-toko di sana menyediakan kerajinan tangan, karpet, dan kertas cetak khas Nepal. Di tempat ini dijamin Anda akan membawa koper dengan jumlah berlipat saat pulang. Kerajinan dendan warna khas yang memaksa kita untuk memilikinya. (Berbagai sumber)
Senin, 12 Desember 2011 - 2 komentar

Sejarah Avenged Sevenfold


Avenged Sevenfold (juga dikenal sebagai A7X), adalah band beraliran metal core yang berasal dari Huntington Beach, California.
Mereka berasal dari tempat yang sama dimana kesemuanya kecuali Synyster Gates berasal dari sekolah yang sama, yaitu Huntington Beach High School. Mereka terbentuk di awal tahun 1999 dimana personil awalnya hanya beranggotakan empat orang saja yaitu M.Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Justin Sane (Bass).

Nama Avenged Sevenfold diambil dari salah satu kisah di dalam bibel. Walaupun mengambil nama dari bibel, M.Shadows mengakui bahwa bandnya tidak terlalu religius ataupun bertujuan untuk menyebarkan suatu kepercayaan religi atau poltik kepada penggemarnya.

Dalam perjalanannya, Avenged Sevenfold sempat berganti aliran dari metal-core menjadi lebih ke arah alternative metal. Rumor yang beredar mengatakan hal ini dikarenakan sang vokalis, M.Shadows harus menjalani operasi akibat pita suaranya yang sobek akibat melakukan scream yang terlalu keras pada sebuah konser. Namun dalam setiap kesempatan wawancara, Avenged Sevenfold sering menyangkal kebenaran rumor ini. Perubahan aliran yang mereka lakukan lebih dikarenakan mereka amat menyenangi melakukan eksperimental dalam bermusik dan ingin melakukan evolusi dalam gaya dan aliran bermusik mereka.

Avenged Sevenfold memiliki lambang yang merekan namakan “Deathbat”. Lambang ini dirancang oleh teman semasa SMA mereka, Micah Montague. Lambang ini selalu muncul di setiap konser mereka dan hampir selalu ada di setiap album mereka.

Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu “To End The Rapture” juga direkam ulang, kali ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates. Dan akhirnya dirilis pada bulan juli 2001. Walaupun yang bermain bass dalam rekaman pembentukan album adalah Justin Sane, namun pemain bass yang tertera dalam CD skin adalah Daemon Ash. Hal ini dikarenakan sesaat sebelum proses mixing album tersebut, Justin Sane dikeluarkan dari band dan digantikan Johnny Christ. Sampai saat ini belum diketahui penyebab terusirnya Justin Sane dari band tersebut.

Pada tahun 2003, mereka pun merilis full-length album kedua mereka yang bertajuk Waking The Fallen. Album ini terjual sebanyak 175.000 copy di Amerika Serikat dan mencapai peringkat 12 di dalam Independent Album Chart di Amerika Serikat.

Album ketiga mereka, City of Evil, rilis di tahun 2005. Album tersebut merupakan salah satu album tersukses dari Avenged Sevenfold. Bahkan album tersebat sempat menduduki posisi 30 dalam US Billboard Chart dan terjual sebanyak 730.000 copy di Amerika Serikat saja. Saat itu Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.

Pada tahun 2007, mereka pun kembali menelurkan album baru yang bertajuk Avenged Sevenfold. Dalam debutnya di Amerika Serikat, album ini menempati posisi ke empat dalam Billboard 200. Album ini terjual sebanyak 94.000 copy di Amerika Serikut dalam kurun waktu satu minggu setelah perilisannya. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka.

Tahun 2008, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka.

Dan di tahun 2008, mereka merilis sebuah album yang berisi rekaman live concert mereka di Long Beach, California yang bertajuk Live in the LBC & Diamonds in the Rough.

Anggota saat ini
M. Shadows – vokal
Synyster Gates – gitar melodi, piano, vokal
Zacky Vengeance – gitar ritmik, vokal
Johnny Christ – bass, vokal
The Rev – drum, perkusi, vokal, piano

Ciri khas
Ciri khas yang dapat andda nikmati dalam setiap musik mereka adalah nyanyian yang melodik dan screaming, hardcore riffs dan storming drum-beats. Dalam hal bermusik, Avenged Sevenfold banyak dipengaruhi oleh band-band seperti Pantera, NOFX, Misfits, Guns N’ Roses, Metallica, Dream Theater dan Iron Maiden.
Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day dan Dear God, gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End. Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya.

Mantan Anggota
Justin Sane – Bass
Dameon Ash – Bass
Matt Wendt – Bass
- 0 komentar

Ditemukan Gambar Misterius di Balik Lukisan Mona Lisa


Seniman bernama Ron Piccirillo (37) mengaku menemukan kepala singa, monyet, dan kerbau di dekat kepala Mona Lisa, karya lukisan seniman Leonardo da Vinci.

Ia pun menemukan gambar yang terlihat seperti buaya atau ular yang keluar dari sisi kiri tubuh Mona Lisa.

Ron, yang bekerja sebagai pelukis dan juga desain grafis menemukan gambar ini setelah mengikuti instruksi dari jurnaa Da Vinci. Ia mengatakan lukisan itu mewakili rasa iri, satu dari tujuh dosa mematikan.

Teori Ron ini mengikuti belasan lainnya yang mencoba memecahkan makna senyum Mona Lisa, lukisan yang diselesaikan pada tahun 1519, dan ini merupakan hal yang paling kontroversial di antara para kritik.